Kata Kata Mutiara Islam Wacana Janji Nikah Terbaru

Kata Kata Mutiara Islam Tentang Pernikahan - Pernikahan merupakan suatu ibadah yang disyariatkan oleh Agama sehingga janji nikah harus dilaksanakan dengan tepat dan mengikuti peraturan-peraturan yang telah ditetapkan. Seseorang yang akan menikah harus mempersiapkan diri mulia dari pendapatan, pendidikan dan juga agama sehingga janji nikah tersebut sanggup langgeng dan Bahagia.

Mengingat janji nikah itu ialah hal yang penting Maka dari itulah katakataku.co.id pada kesempatan ini akan memberikan Kata Kata Mutiara Islam Tentang Pernikahan supaya kita tahu lebih jauh mengenai hakikat dan makna janji nikah yang selengkapnya kami akan sampaikan di bawah ini :

Kata Kata Mutiara Islam Tentang Pernikahan Kata Kata Mutiara Islam Tentang Pernikahan Terbaru
"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Tuhan Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui." (QS. An Nuur (24) : 32). 
"Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, biar kau mengingat kebesaran Allah." (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).
"Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah: A. Orang yang berjihad atau berperang di jalan Allah. B. Budak yang menebus dirinya dari tuannya. C. Pemuda atau pemudi yang menikah lantaran mau menjauhkan dirinya dari yang haram.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim). 
"Wahai generasi muda! Bila diantaramu sudah bisa menikah hendaklah ia nikah, lantaran mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud). 
“...Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kau senangi dua, tiga, atau empat. Kemudian jikalau kau takut tidak akan sanggup berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja…” (Qs. An Nisaa' (4) : 3).
“Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda: "Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku!” (HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.). 
“Dan diantara gejala kekuasaanNya ialah Dia membuat untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, biar kau cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat gejala bagi kaum yang berpikir.” (Qs. Ar. Ruum (30) : 21). 
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Tuhan dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Tuhan ; sebenarnya Tuhan Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Qs. At Taubah (9) : 71). 
“Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Tuhan dalam keadaan higienis lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat.” (HR. Ibnu Majah,dhaif). 
“Diantara kau semua yang paling buruk ialah yang hidup membujang, dan selesai hayat kau semua yang paling hina ialah selesai hayat orang yang menentukan hidup membujang.” (HR. Abu Ya’la dan Thabrani). 
“Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, menggunakan wewangian, bersiwak dan menikah.” (HR. Tirmidzi). 
“Jika ada insan belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Tuhan SWT dan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: "Barangsiapa diberi Tuhan seorang istri yang sholihah, sebenarnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Tuhan separoh lainnya.” (HR. Baihaqi). 
“Kawinlah dengan perempuan yang mencintaimu dan yang bisa beranak. Sesungguhnya saya akan membanggakan kau sebagai umat yang terbanyak.” (HR. Abu Dawud). 
“Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya saya gembira dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain.” (HR. Abdurrazak dan Baihaqi). 
“Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan).” (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).
“Wahai manusia, bertaqwalah kau sekalian kepada Tuhanmu yang telah menyebabkan kau satu diri, kemudian Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi pria dan perempuan yang banyak sekali.” (Qs. An Nisaa (4) : 1).
“Wanita yang baik ialah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk perempuan yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski yang melimpah (yaitu : Surga)” (Qs. An Nuur (24) : 26).
Atas saling menyayangi di antara mereka Atas Yang maha cinta yang menyatukan mereka Maka lihatlah ketika dua insan yang saling berjanji Di saksikan penghuni bumi dan langit Selamat Menikah ya (Nama Pasangan) Semoga selalu setia.
Bagi kalian Tuhan membuat pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik.” (Qs. An Nahl (16) : 72).
Bila surya telah terbit Sinarnya menyinari apa yang di lewatinya Dan Tumbuhlan apa yang di bawahnya Kehidupan yang berjalan atas sunnah-Nya.
Dari Aisyah, "Nikahilah olehmu kaum perempuan itu, maka sebenarnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu.” (HR. Hakim dan Abu Dawud). 
Dari Amr Ibnu As, Dunia ialah pemanis dan sebaik-baik perhiasannya ialah perempuan shalihat.” (HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai). 
Hak seorang istri yang merupakan kewajiban suami ialah memberi makan istrinya bila ia makan, memberinya pakaian bila ia punya, serta dilarang memukul muka (istri), dilarang menjelek-jelekan (istri), dan dilarang meninggalkannya, kecuali di dalam rumah (bila istri nusyuz). (HR ath-Thabrani)
Hendaklah kalian menikah dengan gadis! Sebab, verbal mereka lebih segar, rahim mereka lebih subur,vagina mereka lebih hangat, dan mereka lebih bisa mendapatkan hasil kerja (nafkah) yang sedikit. (HR. Abu Nu'aim dari Ibnu Umar)
Jika dikala berpacaran seseorang ingat tanggal ‘jadian’ hampir setiap bulannya, maka pada masa janji nikah pun tidak ada salahnya jikalau hal itu dilakukan kembali. Namun, yang menjadi kekeliruan di pandangan masyarakat pada umumnya ialah bahwa ucapan perkawinan untuk istri, mengingat hari jadi janji nikah mereka dianggap sudah tidak penting lagi, apalagi dikala mereka sudah mempunyai anak yang kebutuhannya akan lebih diprioritaskan.
Kami tidak melihat (cara yang lebih baik) bagi dua orang yang sedang jatuh cinta selain menikah. (HR. Ibnu Majah)
Maha Suci Tuhan yang telah membuat pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.” (Qs. Yaa Siin (36) : 36). 
Maka lihatlah apa yang telah di ubah oleh cinta Dan mereka yang saling menyayangi akan melihat Dari mana cinta tlah hadir di hati mereka Maka bersyukurlah atas Yang maha cinta Selamat menempuh hidup baru.
Menikahlah! Jika menerima istri yang baik, kau sangat beruntung. Namun jikalau menerima istri yang kurang baik, kau akan menjadi filsuf karenanya.
Mukmin yang paling tepat imannya ialah yang paling baik akhlaknya. Dan orang yang paling baik diantara kalian ialah yang paling baik terhadap istrinya. (HR. at-Tirmidzi)
Nikah ialah sunnahku. Siapa pun yang tidak mengamalkan sunnahku, bukanlah golonganku. Menikahlah, alasannya ialah saya akan berbangga dengan jumlah kalian di hadapan umat-umat yang lain. Siapa pun yang mempunyai kemampuan, menikahlah. Namun, orang yang belum mempunyai kemampuan, hendaklah puasa. Sebab, puasa merupakan benteng baginya.  (HR. Ibnu Majah dari Aisyah)
Nikahilah perempuan yang penyayang lagi subur! Sebab, saya akan merasa gembira dengan banyaknya jumlah kalian dibanding dengan umat-umat lain pada hari kiamat. (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Hibban)
Orang yang martabatnya paling buruk dalam pandangan Tuhan pada hari Kiamat ialah suami yang bekerjasama intim dengan istrinya dan istri yang bekerjasama intim dengan suaminya, kemudian menyiarkan diam-diam persetubuhan itu. (HR. Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, dan Abu Nu'aim)
Pada dikala yang sama, airmatamu mengalir ketika kuceritakan pengorbanan menggadaikan cincin kawin di masa awal pernikahan, atau ketika  anak pertama kita mesti dirawat usang di rumah sakit lantaran dadanya tersiram air panas. Semuanya terangkum dalam rangkaian mozaik indah yang mewarnai seluruh perjalanan cinta kita.
Perkawinan itu mirip istana untuk yang masih berada di luar: ingin cepat-cepat masuk, tetapi mirip neraka untuk yang berada di dalam: ingin cepat-cepat keluar.
Perkokoh bidukmu, alasannya ialah lautan termat dalam. Perbanyak bekalmu, alasannya ialah perjalanan teramat panjang. Ikhlaskan amalmu, alasannya ialah sang pencatat teramat jeli. (Nasihat Rasullullah SAW kepada Abu Dzarr)
Perkokoh bidukmu, alasannya ialah lautan termat dalam. Perbanyak bekalmu, alasannya ialah perjalanan teramat panjang. Ikhlaskan amalmu, alasannya ialah sang pencatat teramat jeli. (Nasihat Rasullullah SAW kepada Abu Dzarr)
Rahasia menjadi pasangan suami istri yang senang sebenarnya tidak pernah sanggup diajarkan, tetapi berguru dari pengalaman.
Rasulullah SAW. bersabda : "Seburuk-buruk kalian, ialah yang tidak menikah, dan sehina-hina jenazah kalian, ialah yang tidak menikah" (HR. Bukhari). 
Rumah terbuat dari dinding dan jendela. Rumah Tangga terbuat dari kasih dan cita-cita.
Sebaik-baik kalian ialah yang paling baik terhadap istri, dan saya ialah orang yang paling baik terhadap istriku. (HR. at-Tirmidzi dari Aisyah)
Sebaik-baik kalian ialah yang paling baik terhadap istri, dan saya ialah orang yang paling baik terhadap istriku. (HR. at-Tirmidzi dari Aisyah)
Sebaik-baik perempuan ialah istri yang bila kau pandang, membuat kau senang; bila kau suruh, ia patuh; dan bila kau tidak ada, ia senantiasa menjaga hartamu dan dirinya. (HR. Abu Dawud)
Semoga Tuhan swt senantiasa memperlihatkan barakah-Nya dalam janji nikah kalian, mengumpulkan kalian dalam kebaikan, dan memisahkan kalian dalam kebaikan. Amien
Siapa pun pria yang menikahi seorang wanita, baik dengan mahar yang sedikit maupun banyak, sementara dalam dirinya tidak ada maksud untuk menunaikan mahar tersebut - ia bermaksud menipu si istri - kemudian ia meninggal dunia sebelum membayar hak istrinya, maka pada hari selesai zaman ia menemui Tuhan dalam keadaan membawa dosa Zina. (HR. ath-Thabrani)
Termasuk kesempurnaan doktrin seseorang ialah budbahasa yang paling baik dan perilaku paling lemah lembut terhadap keluarganya.(HR. at-Tirmidzi)
Wahai kawula muda, siapa pun diantara kalian yang sudah bisa menikah, hendaklah menikah. Sebab, janji nikah itu sanggup menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan. (HR. Muslim dari Abdullah)
Yang kusuka dari dunia ini ialah perempuan dan wewangian. Dan kesegaran hatiku ada pada dikala shalat.(HR. Ahmad, an-Nasai, al-Hakim, dan al-Baihaqi)
Sekian  Kata Kata Mutiara Islam Tentang Pernikahan yang bisa kami tulis pada kesempatan kali ini. Semoga kata kata mutiara janji nikah diatas sanggup bermanfaat dan menambah wawasan anda yang  dapat menjadi pelajaran untuk anda semua yang akan menikah ataupun sudah menikah.
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Recent Posts

Pesan kata

Saya Hanya Blogger Pemula Yang Selalu Ingin Berkarya.